Jumat, 17 April 2015

SEJARAH TENTANG IWAN FALS


Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia ‘memotret’ suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.

Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan disela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[rujukan?]
Keluarga
Iwan lahir dari Lies (ibu) dan mempunyai ayah tiri Haryoso (almarhum). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.

Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trade mark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya.


Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981).
Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anissa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.



Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.(
Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kematian Galang Rambu Anarki. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.
Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis.[rujukan?] Iwan Fals juga lebih banyak membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.
Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugrahi seorang anak lelaki yang diberi nama Rayya Rambu Robbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.[rujukan?]

Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggot yang dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.
Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rossana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarir.
THE BEATLES
 

Legendaris yang besar dalam mempengaruhi atmosfer music di seluruh dunia hampir seluruh dunia tahu The Beatles di Liverpool, Inggris. Mereka band paling sukses secara komersil dan dipuji-puji secara kritis dalam sejarah modern, musik yang tegolong inovatif memiliki dampak budaya yang berpengaruh besar saat tahun 1960 dan sangat berpengaruh pada music-musik saat ini. Saat ini, The Beatles adalah salah satu dari dua legendaris musik terbesar yang mampu menjual lebih dari 1 miliar copy album mereka, Elvis Presley  pun telah mampu mencapai prestasi yang sama. 

Setelah menaklukkan Eropa, mereka meraih sukses tur ke Jerman dan Swedia, The Beatles memimpin musik 'British Invasion' pada pertengahan 1960-an ke seluruh Amerika Serikat. Meskipun gaya awal musik mereka berakar pada 1950-an (yaitu rock and roll dan skiffle Homegrown) , kelompok ini menyelidiki berbagai macam gaya musik termasuk Psychedelic Rock, Experimental, Ballads, Barat dan India klasik. Pakaian mereka, gaya rambut, dan pernyataan menjadikan mereka trend-setter, sedangkan kesadaran sosial mereka meluas.  pengaruh mereka ke dalam revolusi sosial dan budaya dari 1960-an pun berhasil tercatat.   

Pada Awalnya, band ini terdiri dari George Harrison, John Lennon, Paul McCartney, Stuart Sutcliffe, dan Pete Best. Band ini mendapat jadwal manggung terbesar pertama di Hamburg, Jerman, di beberapa klub malam yang agak kumuh, dimulai pada tahun 1960. Sementara di Jerman, mereka juga bertemu Klaus Voormann, yang kemudian akan menjadi band penutup tahun 1966 pada album Revolver kelompok. Stuart tetap di Jerman setelah yang lain memutuskan untuk kembali ke Inggris, dia bertunangan dengan sesama artis Astrid Kirchherr, hingga ahirnya mati beberapa tahun kemudian akibat perdarahan otak.

Pada tahun 1961, Brian Epstein mendengar suara mereka dan cukup senang untuk menandatangani sebagai manajer mereka, meskipun ia tidak memiliki pengalaman sebelumnya di bidang music. Usahanya akhirnya membuahkan hasil.  pada tahun 1962, produser EMI George Martin  menandatangani Parlaphone mereka untuk label EMI.
  
Kemudian, sebagian menolak Martin untuk menggunakan dia di rekaman, Pete Best diganti oleh Ringo Starr, drummer dari band lain Liverpool besar yang dikenal sebagai Rory Storm dan Hurricanes. Ringo seharusnya bermain untuk single pertama mereka, "Love Me Do", namun atas permintaan George Martin Alan White, sesi drummer tidak main (tetapi Ringo dapat didengar pada versi album lagu tersebut).

Pada tahun 1963, The Beatles memulai sebuah kegemaran yang dikenal sebagai "Beatlemania" di Inggris dengan lagu "Please Please Me". Album pertama mereka dengan judul yang sama tercatat hanya dalam satu hari. ketenaran ini menyebar secara internasional dan, pada bulan Februari 1964, mereka tiba di Amerika Serikat. penampilan pertama mereka di Amerika berada di pertunjukan Ed Sullivan, lalu "I Wanna Hold Your Hand" menjadi ni 1 di Amerika. Dengan keberhasilan ini, The Beatles merilis dua film panjang dalam waktu dua tahun: berjudul “ A Hard Day's Night dan Help!”. Lagu-lagu dari kedua film tersebut ditulis oleh Lennon dan McCartney, dan sesuai dengan kebebasan mereka. Dalam Bantuan!, The Beatles diberi kebebasan kreatif yang lebih besar, misalnya The beatles memutuskan untuk berangkat ke lokasi eksotis Bahama hanya untuk menembak satu adegan saja.

The Beatles terdiri dari empat anggota dalam jangka panjang: John Lennon (vokal, irama gitar, piano), Paul McCartney (vokal, gitar bass, piano, gitar), George Harrison (lead guitar, vokal), dan Ringo Starr (perkusi , vokal). Lennon dan McCartney adalah penulis lagu dan penyanyi utama, meskipun lagu-lagu ditulis oleh George mulai muncul lebih sering pada album berikutnya. Ringo terbiasa menyanyikan satu lagu pada setiap record. George Martin sebagian besar tercatat telah memproduksi  The Beatles ', dan merupakan orang yang sangat berpengaruh dari suara band di sebagian besar catatan mereka. Dia juga pemainkan solo terkenal pada "In My Life" (Rubber Soul).  
Selama bertahun-tahun, The Beatles menunjukkan bakat luar biasa untuk menulis lagu. Pada tahun 1966, mereka berhenti tampil di konser (rupanya mereka mulai bosan mendengar teriakan para fans, yang selalu menjadi begitu keras pada saat mereka tampil, hingga tidak bisa mendengar permainan music mereka, faktor lain yang lebih luar biasa adalah harus pergi jauh untuk alasan keamanan sebelum dan setelah masing-masing bekerja) dan mulai mengeksplorasi suara baru di studio. Hal ini khususnya muncul dalam album seperti Rubber Soul, Revolver, Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band dan The Beatles, kadang-kadang dikenal sebagai "The White Album". The White Album dianggap sebagai band paling eksperimental. Novel ini berhasil karena adanya pupolaritas Yoko Ono (istri Lennon), seperti yang ditunjukkan oleh lagu "Revolusi 9", dan gunakan sebagai obat pendongkrak band. Lagu "Lucy in the Sky whit Diamonds" (off Sersan Pepper's.) Telah dikabarkan akan ode untuk LSD, walaupun band ini tegas membantah semua pihak, mereka malah bersikeras bahwa itu menggambarkan sebuah gambar yang dibuat oleh putra John Lennon, Julian Lennon . Setelah kematian Brian Epstein, The Beatles mulai mengungkap lukanya. The Beatles secara resmi bubar pada awal tahun 1970; Lennon telah resmi mundur dari tahun sebelumnya dan band ini mempertahankan kebersamaan mereka untuk melindungi kepentingan bisnis mereka juga. McCartney, yang pertama mengumumkan bahwa ia telah resmi "keluar" band dan bahwa mereka tidak lagi ada, sering dipersalahkan karena band ini berakhir walaupun pada akhirnya ia adalah satu-satunya yang bersedia untuk melakukan dengan menyebutkan kelompok bahwa the beatles tidak ada lagi. 

The Beatles tidak pernah kembali utuh pada tahun 1970 karena mereka tidak pernah sepenuhnya pulih dari kepahitan yang berhubungan dengan perpisahan mereka. bagaimanapun, Mereka membuat dua rekor baru pada tahun 1994, padahal 1980 Lennon telah meninggal demi proyek Anthology. "free like Bird" dan "Real Love" berdasarkan kaset demo yang dibuat oleh Lennon dan McCartney dikirim ke oleh Yoko Ono.
The Beatles juga menciptakan beberapa video musik pertama, setelah film promosi difilmkan di tahun 1965 untuk penyiaran untuk di tunjukkan di Amerika Serikat dan Eropa daripada harus tampil langsung. promo film 1967 mereka untuk "Strawberry Fields Forever" dan "Penny Lane" memiliki kesamaan bahkan lebih untuk video musik modern, masing-masing diciptakan hanya untuk lagu individu, dan tanpa penampilan secara live.


The Beatles juga merupakan sumber dari sejumlah kontroversi dan teori konspirasi. John Lennon dikutip pada tahun 1966 yang mengatakan the Beatles "lebih populer daripada Yesus Kristus", yang menyebabkan protes di banyak bagian Amerika Serikat, meskipun ia secara terbuka meminta maaf atas pernyataan tersebut, ia juga kemudian mengklaim itu adalah akibat dari berhentinya tur The Beatles.
Sebuah legenda perkotaan luas yang dimulai pada tahun 1969 menyatakan bahwa Paul McCartney telah mati dan telah digantikan oleh seseorang yang mirip dia. desas-desus itu disebut oleh anggota The Beatles beberapa kali, termasuk lagu John Lennon "How do you sleep?".

George Harrison meninggal dunia pada tahun 2001. Kematiannya ditandai dengan sebuah acara konser besar di Albert Hall. Konser oleh George diadakan setahun sebelum hari kematian George. Ringo Starr dan Paul McCartney terus membuat musik. Ringo merilis Pilih Cinta dan Paulus merilis Chaos Dan karya yang sangat baik di tahun 2005. Paulus merilis yang terbaru yaitu Memory 2007. Juga di tahun 2008 Ringo merilis Liverpool 8. 
 
George Harrison pernah berkata "The Beatles akan ada tanpa kita." Dengan singkat dan sederhana, kutipan ini menjadi warisan mereka, menunjukkan bagaimana The Beatles sebagai contoh yang  tidak hanya melampaui industri musik atau hiburan saja, tapi bahkan para anggota itu sendiri.

Pada tahun 2006, sebuah kolaborasi antara Apple Corps, dan Cirque du Soleil, memuncak dalam sebuah acara yang disebut Love, di Las Vegas. Starr, McCartney, Ono dan Olivia (Janda Horison) terlibat dalam produksi. Album baru diambil rekaman The Beatles yang asli, digabungkan semua danmenjadi rasa yang baru dalam beberapa lagu mereka. Proyek ini digarap bersama-sama oleh produser terkenal Beatles George Martin dan putranya Giles.

Trek di "Love" mengandung bagian-bagian dari demo rekaman Beatles asli, dan George Martin menciptakan sebuah orkestra baru untuk versi demo akustik Harrison berjudul “While My Guitar Gently Weeps”.

Pada bulan Oktober 2007, Across the Universe, lagu-lagu Beatles dimasukkan dalam  narasi film musikal, dirilis di bioskop-bioskop untuk tinjauan yang beragam. Film ini menggabungkan, dan memang tampaknya begitu, berbagai lagu sepanjang karir The Beatles ', dinyanyikan dengan prinsip-prinsip tertentu. Lagu-lagu seperti "I Wanna Hold Your Hand" dan "Dear Prudence" sebenarnya menceritakan kisah sendiri, sedangkan lagu-lagu seperti "Let It Be" dan "Across the Universe" tampak dengan sengaja untuk menggambarkan latar belakang atau suasana seputar cerita terjadi pada perjalanan The Beatles.